ldii
Home Artikel Akhlak Larangan Ceramah atau Nasehat Menggunakan Ungkapan Porno/Cabul
Akhlak - Hukum - Nasehat - 12 Januari, 2019

Larangan Ceramah atau Nasehat Menggunakan Ungkapan Porno/Cabul

Untuk menguasai suasana pembicaraan dan terlebih khusus bagi para penceramah, penasehat, atau pelawak untuk membuat penonton bergelak, maka guyonan kotor, cabul dan porno mereka lakukan. Ada sebuah komunitas pengajian di Indonesia ini yang menghalalkan untuk nasehat di depan jama’ahnya dengan bahasa yang cabul atau porno dengan dalil “Nasehat Pemantapan” atau “Nasehat Gemblengan”, maka hal semacam ini tidak boleh, bahkan dilarang didalam Islam:

Dari Ibnu Mas’ud radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam

لَيْسَ اْلمـُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَ لَا اللَّعَّانِ وَ لَا اْلفَاحِشِ وَ لَا اْلبَذِيِّ

“Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencaci, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/ berkata-kata keji dan orang yang berkata-kata kotor/ jorok”. [HR at-Turmudziy: 1977, al-Bukhoriy di dalam al-Adab al-Mufrad: 312, Ahmad: I/ 404-405 dan al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih, sebagaimana di dalam Shahih Sunan at-Turmudziy: 1610, Shahih al-Adab al-Mufrad: 237, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 5381 dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 320].

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang bicara jorok dan orang yang punya kebiasaan bicara jorok. Dan demi Yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, hari Kiamat tidak akan terjadi sampai ucapan kotor dan kebiasaan bicara jorok merajalela, juga banyaknya pemutusan silaturahmi dan jeleknya hubungan bertetangga.”[HR. Ahmad dan Al Hakim, dinilai shahih oleh Imam al Hakim dan Adz Dzahabi]

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang bicara jorok dan orang yang punya kebiasaan bicara jorok

Berbicara atau nasehat dengan bahasa yang cabul dan porno disebut juga dengan al-fuhsyu. 

Kata al-fuhsyu memiliki makna segala sesuatu yang terlalu berlebihan dan kelewat batas hingga menjadi tercela, salah satunya adalah ucapan-ucapan kotor yang menggunakan alat kelamin dan sebagainya. Sedang at-tafahusy artinya kegemaran melakukan perbuatan yang kelewat batas tersebut. Hanya saja, kata al-fuhsy lebih dominan digunakan untuk menyebut perkataan yang jorok, menjurus kepada perzinaan dan bersifat vulgar.

Sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama, salah satunya adalah Imam al Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumudin-nya. Adapun at-tafahusy adalah kegemaran atau kebiasaan bicara kotor. Menjamurnya kebiasaan buruk ini merupakan tanda dekatnya kiamat.

Omongan Jorok dan Porno, membuat nasehat ‘agama’ laris manis ?

Imam ad-Dawudi memaknai at-tafahusy dengan “bicara kotor agar diketawai oleh orang karena lucu”[Fathul Bari: 17/176]. Benar apa yang beliau katakan, al-fuhsyu memang paling sering dilakukan orang zaman sekarang khusus saat ingin melawak dan diharapkan menjadi hal lucu yang kemudian diketawai. Ungkapan-ungkapan verbal yang melampui batas menjadi jurus jitu untuk mengundang tawa. Dan ini bukan hal yang tabu di kalangan Islam Jamaah atau LDII. Kebanyakan penasehat mereka menggunakan ungkapan-ungkapan cabul untuk membuat jama’ah mereka tertawa dan antusias terhadap pengajian atau nasehat ‘agama’ yang mereka sajikan.

Maka dari itu, sebaiknya ketika mengajak umat kepada kebaikan maka gunakanlah kata-kata yang baik, ungkapan yang baik. Bukan dengan melanggar ketentuan yang telah digariskan Allah dan Rosul-Nya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Jokam Sejati Tidak Akan Bisa Menipu Diri Sendiri

Untuk apa Allah menurunkan agama, syariah bagi manusia? Menurut Imam Syatibi syariah bertu…