jokam
Home Artikel Aqidah Bantahan untuk Salafiyyin!
Aqidah - Bantahan Ilmiyyah - 25 Februari, 2019

Bantahan untuk Salafiyyin!

Islam Jama’ah atau Jokam atau LDII atau Mbah Man atau 354 membantah Para Salafiyyin

Para salafiyyin menuduh kami, warga Islam Jama’ah, bahwa amal kami banyak bid’ah, paham kami sesat dan menyesatkan yang katanya tidak berhujjah atau tidak berpijak pada dalil.

Tentu kami tidak terima dan akan bantah pernyataan ini.

Amal dan paham yang dianggap sesat oleh salafiyyin antara lain:

1. Paham Manqul

Paham manqul yang kami anut, yaitu tidak sah ilmu seseorang selama tidak diambil dari Imam kami atau dari guru yang disahkan oleh imam kami meskiyang mengajar itu ustadz lulusan Makkah, Madinah, atau dari Timur Tengah lainnya, selama tidak disahkan oleh imam kami ( melalui baiat ), maka ilmunya tidak sah diamalkan.

Bahkan 3 Syekh kami yg belajar di Makkah sekarang ilmunya tidak sah karena dianggap telah mencabut baiat pada imam karena pembangkangannya.

Akan tetapi para salafiyyin menyesatkan paham kami karena paham ini tidak ada dalilnya,

LIHATLAH DALIL INI WAHAI SALAFIYYIN !!

Dalam kitab Syi’ah, yaitu Al Kafi karya Al Kulainy:

“Bab: Tidak ada sedikit pun kebenaran yang ada di masyarakat selain yang disampaikan oleh para imam, dan segala sesuatu yang tidak disampaikan oleh mereka maka itu adalah bathil.” (Al Kafi1/399).

Kemudian Al Kulainy menyebutkan ucapan Abu Ja’far (salah seorang yang dianggap sebagai Imam Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah):

“Tidaklah ada seseorang memiliki al haq tidak juga kebenaran, dan tidaklah ada seseorang yang memutuskan suatu keputusan yang benar, selain dengan apa yang telah kami ajarkan yaitu ahlul bait (anak keturunan Ali). Dan bila mereka telah berselisih dalam berbagai permasalahan, maka pasti merekalah yang salah dan kebenaran hanya datang dari Ali alaihis salam.” (Al Kafioleh Al Kulainy 1/399).

2. Perihal Persenan

Para salafiyyin juga mengatakan bid’ah pada amal kami seperti PERSENAN, yaitu setiap pengikut Islam Jama’ah wajib menyetorkan penghasilan per bulan sebesar 10% ke pusat (Bapak Imam).

Kata salafiyyin amal kami bid’ah dan seperti amal Nasroni, yaitu persepuluhan dan tidak ada dalilnya.

Maka kami katakan, bahwa salafiyyin salah !!!

Karena kami punya dalil, LIHATLAH DALIL KAMI…

tokoh-tokoh agama Syi’ah meriwayatkan ucapan imam mereka, Ja’far As Shadiq :

“Sesungguhnya Allah Yang tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, tatkala Dia mengharamkan atas kami (ahlul bait) untuk memakan harta sedekah, maka Dia menurunkan untuk kita syari‟at Al Khumus (seperlima). Dengan demikian shadaqah haram atas kami, khumus (1/5) adalah hak kami dan hadiah halal bagi kami.”

3. Takfiri serampangan? Tidak!

Para salafiyyin mengatakan kami sesat karena kami mengkafirkan muslim yang tidak berbaiat pada imam kami. Mereka mengatakan takfir kami salah dan serampangan serta tidak ada dalil seperti itu.

LIHATLAH WAHAI SALAFIYYIN DALIL YANG BELUM KALIAN JUMPAI.. Dalam salah satu Kitab Syi’ah, yaitu Bihar Al Anwar disebutkan:

“Ketahuilah, bahwa penetapan kata syirik dan kufur terhadap orang yang tidak mengimani keimaman amiril mu‟minin dan imam-imam dari keturunannya serta mengutamakan para imam atas yang lain, menunjukkan, bahwa mereka adalah kafir dan kekal di neraka.” ( Bihar al Anwar juz 23 hal 390)

4. Imam Bithonah (Disembunyikan)

Para salafiyyin juga mengatakan, bahwa Imam itu harus wujud, harus terang dan tampak dan tidak disembunyikan sebagaimana yang kami lakukan. Mereka tidak tahu bahwa hal seperti itu, yaitu menyembunyikan (membithonahkan) imam itu boleh dan ada dalilnya,

LIHATLAH DALIL INI..

Al Kulainy, seorang ulama (baca: rahib ) Syi’ah berkata:

“Dari Dawud bin Al Qasim Al Ja‟fary, ia menuturkan: Aku pernah mendengar Abul

hasan Al Askary (yaitu imam yang ke-10) berkata: „Penggantiku ialah Al Hasan (yaitu putranya sendiri), dan bagaimana sikap kalian dengan pengganti orang yang menggantikanku?‟ Akupun bertanya: „Mengapa? Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.‟ Ia menjawab: „Sesungguhnya kalian tidak akan melihat orangnya, dan juga tidak halal bagi kalian untuk menyebutkan namanya.‟ Makaaku pun bertanya: „Bagaimanakah kami menyebutnya?‟ Ia menjawab: „Katakan: Orang yang menjadi hujjah dari keluarga Muhammad, semoga shalawat dari Allah dan salam-Nya terlimpahkan selalu kepadanya.‟” (Al Kafi 1/332-333).

5. Taqiyah / Bithonah

Para salafiyyin juga menyalahkan ketika kami ber-bithonah (berbohong untuk menutupi sesuatu dari muslim lain agar tidak dimusuhi) padahal berbohong atau bertaqiyyah itu ada dalilnya.

Inilah dalilnya.

Al-Kulaîni, seorang Ulama (baca: rahib) Syiah meriwayatkan perkataan Ja’far ash-Shâdiq yang berbunyi:

“Taqiyah adalah agamaku dan agama moyangku. Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak melakukan taqiyah”

JADI JELASLAH, BAHWA AMAL DAN PAHAM WARGA ISLAM JAMA’AH ANUT PUNYA DALIL MESKIPUN DALIL ITU DARI KITABNYA SYI’AH ATAU DARI ULAMA SYI’AH.

Mojokerto, 7 Februari 2019

Dari sobatmu,

Hermawan

1 Komentar

  1. Pantas ketika dulu ana masih jokam, dilarang oleh pengurus membaca buku-buku Islam dari luar, terutama buku-buku SYI’AH…supaya tidak tercium modusnya??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Jokam Sejati Tidak Akan Bisa Menipu Diri Sendiri

Untuk apa Allah menurunkan agama, syariah bagi manusia? Menurut Imam Syatibi syariah bertu…