Home Artikel Akhlak Jokam Sejati Tidak Akan Bisa Menipu Diri Sendiri
Akhlak - Aqidah - 13 Januari, 2020

Jokam Sejati Tidak Akan Bisa Menipu Diri Sendiri

Untuk apa Allah menurunkan agama, syariah bagi manusia? Menurut Imam Syatibi syariah bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat.

Imam Asy-Syatibi menjelaskan ada 5 (lima) bentuk maqashid syariah (tujuan syariah) atau yang disebut dengan kulliyat al-khamsah (lima prisip umum). Kelima maqashid tersebut yaitu:
1. Hifdzu din (melindungi agama),
2. Hifdzu nafs (melindungi jiwa),
3. Hifdzu aql (melindungi akal),
4. Hifdzu mal (melindungi harta),
5. Hifdzu nasab (melindungi keturunan).
Sebagian ulama lain menambahkannya satu lagi sehingga menjadi 6 yaitu melindungi kehormatan.

Berpijak dari hal tersebut kita menolak pemahaman agama yang malah justru menimbulkan mafsadat (kerusakan) seperti :

1. Orangtua mengusir anaknya karena sang anak mengikuti pengajian yang diadakan oleh beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII.

2. Mertua mengusir menantunya karena sang menantu mengikuti pengajian yang diadakan oleh beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII.

3. Istri minta cerai suaminya karena sang suami mengikuti pengajian yang diadakan oleh beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII.

4. Saudara memutus tali persaudaraan dengan saudaranya yang mengikuti pengajian yang diadakan oleh beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII.

5. Sahabat memutus tali pertemanan dengan sahabat yang mengikuti pengajian yang diadakan oleh beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII.

6. Menebar ancaman menumpahkan darah mereka yang mengikuti pengajian yang diadakan oleh beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII.

Kita juga menolak pemahaman yang apabila dengan kaum nasrani saja kita diperintahkan untuk berbuat baik seperti bersilaturrahim ke rumah mereka, tersenyum ketika berpapasan dengan mereka, bersalaman, bertegur sapa menanyakan kabar, selfi bersama dan bahkan mendoakan kebaikan sampai menjaga tempat ibadah mereka, namun dengan kepada beberapa Ketua dan Anggota Majelis Taujih wal Irsyad LDII dan pengikut kajiannya malah justru menebar kebencian.

Betapa ajaran Allah-Rasul untuk menyambung tali silaturahim justru diamalkan kebalikannya.

Yuk kita rasakan dengan palung hati terdalam dengan menggunakan akal sehat yang bersih dari kepentingan dan meresapinya dengan kelembutan jiwa.

Dengan segera kita akan menyadari bahwa semua perilaku di atas merupakan suatu kerusakan.

Sungguh islam adalah rahmatan lil alamiin, bukan musibah lil alamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pengertian Sanad, Matan, dan Rawi Beserta Contohnya

Pengertian Sanad Matan dan Rawi – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah me…